Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

10 Cara mengatasi Bayi Muntah atau Gumoh setelah diberi ASI

bayi muntah gumoh dan 10 cara mengatasinya

Bayi muntah atau gumoh setelah diberi ASI mungkin akan menjadi masalah serius bagi sobat semua, ASI merupakan kebutuhan pokok bayi yang sebaiknya diberikan secara eksklusif pada bayi hingga usianya menginjak 6 bulan.

Dalam pemberian ASI, seringkali terjadi masalah seperti muntah dan gumoh. Bayi memang sering mengalami masalah terkait saluran pencernaannya.

Pemberian ASI yang tidak benar juga bisa memberikan masalah yang serius bagi kesehatan bayi, semuanya membutuhkan penanganan yang serius. Nah yuk langsung cek panduan kesehatannya dibawah ini.

Baca juga:
Perbedaan Gumoh Dan Muntah Pada Bayi

Muntah dan gumoh merupakan peristiwa yang mirip namun sebenarnya berbeda. Lalu apa perbedaannya? Simak penjelasan berikut.

A. Bayi Muntah

Muntah pada bayi adalah pengeluaran isi lambung dalam jumlah yang cukup banyak dan atau tanpa kontraksi pada organ lambung. Sedangkan gumoh, jumlahnya lebih sedikit dan mengalir seperti air.

B. Gumoh Pada Bayi

Gumoh lebih sering terjadi pada bayi yang berusia kurang dari 4 bulan. Mereka mengalami gumoh minimal satu kali dalam sehari. Frekuensi gumoh pada bayi akan berkurang seiring dengan pertumbuhan usia bayi.

Penyebab Bayi Sering Gumoh Setelah Minum ASI (Air Susu Ibu)

Lalu, apa sih yang menyebabkan gumoh atau muntah? gumoh terjadi karena banyak sebab, penyebab gumoh pada bayi antara lain :

1. Bayi terlalu aktif

Bayi yang menangis terlalu lama atau menggeliat bisa menyebabkan tekanan pada perut lebih tinggi dan akhirnya isi lambungnya keluar atau Bayi muntah.

2. Otot kerongkongan belum sempurna

Pada kerongkongan, terdapat otot yang melakukan gerakan membawa makanan turun ke lambung dan gerakan ini disebut gerakan peristaltik.

Pada bayi, otot ini belum berfungsi secara maksimal sehingga ASI yang sudah sampai di lambung bisa keluar lagi atau muntah.

Lihat juga:
3. Klep penutup lambung

Lambung memiliki klep atau tutup yang fleksibel. Klep ini mencegah makanan yang ada di lambung naik dan kembali ke mulut.

Namun pada bayi, organ ini belum berfungsi dengan baik, jadi makanan atau ASI yang sudah ada di dalam lambung keluar dan terjadi gumoh atau bayi muntah.

4. Posisi saat menyusu

Bayi muntah karena sering disusui oleh ibunya dalam posisi telentang. Posisi ini membuat ASI sulit masuk ke kerongkongan dan hanya bertahan di dalam mulut. Hal ini membuat bayi gumoh.

5. Pemberian ASI terlalu banyak

Bayi mempunyai kapasitas lambung yang kecil sehingga makanan yang bisa ditampungnya pun sedikit. Pemberian ASI yang terlalu banyak akan membuat bayi muntah atau gumoh karena lambung tidak mampu lagi menampung ASI yang diberikan.

Gumoh Normal dan Berbahaya

Gumoh atau muntah yang terjadi pada bayi ada dua macam yaitu gumoh yang normal dan gumoh yang berbahaya. Berikut ini tandanya gumoh yang normal.
  • Berat badan bayi normal dan meningkat
  • Bayi tumbuh dan berkembang secara normal
  • Bayi terlihat gembira
Dan di bawah ini adalah beberapa tanda dari gumoh atau bayi muntah yang berbahaya dan patut diwaspadai:
  • Bayi mengalami dehidrasi
  • Berat badan bayi tetap,bahkan turun
  • Infeksi dada yang sering kambuh
  • Muntah bercampur darah
  • Bayi mengalami gangguan nafas pendek, henti napas, dan bada biru

Tanda Awal Pemberian ASI Bermasalah Penyebab Bayi Muntah

  1. Bayi sering menangis dan gelisah
  2. Bila diberi susu ASI, bayi tidak ingin menyusu
  3. Setelah menyusu, bayi malah rewel dan menangis
  4. sesudah diberi ASI, bayi Sering gumoh
Simak juga:

10 Cara mengatasi Bayi Muntah atau Gumoh setelah diberi Susu ASI

Bayi muntah atau gumoh memang tidak bisa dihilangkan begitu saja, namun masih bisa dikurangi frekuensinya. Ada beberapa cara yang bisa Sobat lakukan supaya bayi Sobat tidak terlalu sering gumoh. Caranya adalah dibawah ini :
  1. Pada saat menyusui bayi, sebaiknya posisi bayi tidak berbaring. Letakkan posisi kepala lebih tinggi daripada perut supaya ASI dapat masuk ke lambung. Dan 30 menit setelah pemberian ASI, sebaiknya bayi tetap dalam posisi tersebut.
  2. Tekanan perut pada bayi akan meningkat saat dia diletakkan pada stroller, sebaiknya jangan meletakkan bayi pada stroller setelah pemberian ASI.
  3. Setelah menerima ASI, biarkan bayi dalam keadaan tenang.
  4. Berikan ASI dengan frekuensi yang sering namun ASI yang diberikan lebih sedikit.
  5. Setelah bayi menyusu, sebaiknya sendawakan dia untuk mengeluarkan udara di dalam perutnya
  6. Jika Anda menggunakan dot untuk bayi Anda, pakailah lubang dot yang sedang supaya susu yang keluar tidak terlalu banyak
  7. Jangan biarkan bayi terlalu lapar sebelum pemberian ASI
  8. Saat bayi gumoh, sebaiknya biarkan bayi pada posisinya. Hal ini bertujuan agar cairan gumohnya tidak masuk ke dalam saluran pernapasan.
  9. Miringkan atau tengkurapkan bayi saat akan muntah atau gumoh supaya bayi tidak tersedak
  10. Biarkan bayi mengeluarkan cairan gumoh atau muntahnya dari hidung. Hal ini tidak berbahaya, malah lebih baik daripada cairan itu masuk ke dalam paru-paru.
Itulah informasi lengkap mengenai 10 cara mengatasi bayi muntah atau gumoh  setelah diberi air susu ibu (ASI), Semoga bermanfaat untuk para pembaca semuanya.

Salam sehat ala herbal !

Post a Comment for "10 Cara mengatasi Bayi Muntah atau Gumoh setelah diberi ASI"