Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah dan Perkembangan Obat Tradisional Herbal di Indonesia

sejarah obat tradisional indonesia

Sejarah obat tradisional di indonesia mungkin tidak banyak yang tahu, tetapi mendengar kata herbal mungkin sudah tidak asing lagi bagi banyak orang, menurut kamus besar bahasa indonesia kata herbal merupakan kata sifat dari herba atau segala sesuatu yang berhubungan dengan herba. Sedangkan kata herba sendiri dapat diartikan sebagai bumbu, jamu, atau ramuan.

Sementara definsi kata herbal dalam istilah dunia kesehatan dapat diartikan sebagai segala bentuk pengobatan yang bahan-bahannya berasal dari ramuan alami tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang diambil saripatinya yang diolah tanpa campuran zat-zat hewani atau kimiawi.

Apa perbedaan antara obat herbal dengan obat kimiawi ?

Obat herbal merupakan obat yang dibuat secara tradisional dan turun-temurun dari para leluhur murni alami tanpa dicampur dengan bahan kimia, adapun beberapa ciri-ciri obat herbal adalah sebagai berikut:
  • Diolah dari bahan-bahan alami tumbuhan atau tanaman bumbu dan rempah-rempahan yang mengandung zat-zat yang berfungsi untuk pengobatan atau menyembuhkan
  • Bebas dari pestisida dan herbisida
  • Bahannya mudah didapat dan bisa diolah sendiri
  • Dibuat murni alami tanpa dicampur zat-zat kimia atau hewani
  • Efeknya tidak langsung bisa dirasakan, namun sangat efektif untuk menyembuhkan penyakit dalam jangka panjang
  • Mampu mengobati dan memulihkan jenis penyakit akut menahun yang susah disembuhkan sekaligus dapat mencegah penyakit agar tidak kambuh lagi
  • Proses penyembuhannya secara menyeluruh, dapat mengobati dan memberantas suatu penyakit secara total sampai ke sumber penyakitnya
  • Khasiatnya benar-benar dapat menyembuhkan, bukan hanya sugesti
  • Obat herbal asli atau murni tidak akan menimbulkan bahaya atau penyakit lain, asalkan diolah dengan benar.
Namun perlu diperhatikan, apabila salah dalam memilih dan mengolah serta meracik obat-obatan dari herbal, maka khasiat dari herbal tersebut tidak akan maksimal, atau bahkan berbahaya bagi tubuh. Maka kecermatan, serta ketelitian sangat diperlukan untuk menggunakan obat herbal.

Obat kimiawi adalah obat yang diolah menggunakan bahan bahan kimia sebagai campurannya, obat kimia biasa digunakan untuk pengobatan dirumah sakit atau dokter, untuk mendapatkannya bisa dibeli di apotek atau warung-warung obat, namun pada beberapa obat tertentu memerlukan dosis atau resep dari dokter untuk menggunakannya.

Adapun ciri-ciri dari obat kimiawi diantaranya:
  • Diproduksi dengan alat-alat canggih dipabrik-pabrik, dengan campuran bahan kimia
  • Obat berbahan kimia tidak bisa diolah sendiri
  • Efek khasiatnya bisa langsung dirasakan setelah menggunakannya, tetapi berbahaya jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang
  • Memiliki fungsi pengobatan tunggal, jadi penyembuhannya hanya fokus pada satu penyakit itu saja
  • Hanya bisa mengobati jenis penyakit akut saja atau penyakit yang suka tiba-tiba kambuh mendadak
  • Endapan dari obat kimia sangat berbahaya jika dibiarkan berlangsung dalam waktu yang lama dan akan berubah menjadi racun dalam tubuh
Tapi harus diketahui juga, meski obat-obatan kimiawi lebih beresiko bagi tubuh, namun dalam beberapa kasus justru obat kimiawi lebih diutamakan dan diperlukan dari pada obat-obatan herbal, salah satunya pengobatan untuk penyakit akut yang memerlukan efek obat yang instant dapat langsung bereaksi pada tubuh.

Sejarah asal obat herbal

Hasil penelitian menemukan bahwa ternyata metode pengobatan herbal sudah lama dipraktekan oleh para ahli kesehatan di masa lalu, penggunaan tumbuhan sebagai bahan-bahan untuk obat telah dipraktekan sekitar tahun 3000 SM. Selain dimesir kuno, bukti lainnya juga ditemukan di suku indian kuno, suku-suku di afrika dan juga cina melalui kertas papirus yang berisi resep atau dosis untuk pengobatan menggunakan bahan-bahan alami dari tumbuhan atau tanaman.

Di indonesia sendiri, pengobatan dengan herbal sudah mulai dipraktekan oleh masyarakat di jaman kerajaan mataram. Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya artefak-artefak yang biasa digunakan untuk mengolah atau meramu obat herbal, seperti ulekan dan cobek (alat tumbuk) untuk meramu obat herbal beserta benda-benda lainnya yang berlokasi di situs peninggalan sejarah di lereng gunung Sindoro Jawa tengah, serta di Surakarta dan Yogyakara.

Penggunaan bahan-bahan herbal untuk pengobatan semakin populer di indonesia ketika pada tahun 1940-an didirikan Komite Jamu Indonesia. Seiringnya perkembangan jaman yang diikuti makin canggihnya teknologi, produksi obat herbal mulai diolah secara besar-besaran dipabrik-pabrik dengan mengemasnya dalam bentuk serbuk siap seduh, pil, kapsul, atau tablet.

Industri perusahaan obat herbal atau jamu mulai semakin meningkat sejak tahun 1970, 1990, dan sampai sekarang. Terbukti dengan banyaknya pabrik-pabrik besar produsen obat herbal atau jamu yang berdiri dan berkembang pesat.

Demikian diatas tadi uraian tentang obat herbal dan sejarah singkatnya, semoga informasi tersebut bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi untuk para pembaca semuanya.

Salam sehat ala herbal !

Post a Comment for "Sejarah dan Perkembangan Obat Tradisional Herbal di Indonesia"