Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara membuat Obat Tradisional dari Tanaman Herbal

cara membuat obat tradisional

Obat tradisional merupakan ramuan ramuan berbahan herbal yang diwariskan dari para leluhur, berdasarkan pada kebiasaan dan kepercayaan masyarakat tempo dulu.
Selain mudah didapat dan dapat diolah sendiri, obat herbal juga tergolong murah tapi tetap mempunyai manfaat dan khasiat luar biasa yang sudah tidak diragukan lagi.

Oleh karena itu, penggunaan obat tradisional dijaman sekarang ini semakin populer disebabkan oleh harganya yang terjangkau juga efektif dan aman hampir tidak ada efek sampingnya.
Bahkan sejak tahun 1990-an sudah mulai banyak berdiri pabrik-pabrik pengolahan obat tradisional jamu atau herbal yang memproduksi secara besar-besaran menggunakan teknologi canggih terbaru yang mengolah obat tradisional dengan mengemasnya kedalam bentuk serbuk siap seduh, pil juga kapsul.

Namun penggunaan obat herbal bukan tanpa resiko atau efek samping berbahaya jika pengolahan dan pemakaiannya tidak dibarengi dengan resep, formula, serta dosis yang tepat. Berikut ini merupakan informasi tentang bagaimana cara memilih, meramu, serta menggunakan obat  herbal dengan baik dan benar:

Cara membuat Obat Tradisional dari Tanaman Herbal

Memilih bahan-bahan untuk obat herbal

Di indonesia banyak terdapat bermacam-macam tanaman atau tumbuhan yang mengandung zat-zat penting untuk kesehatan dan penyembuhan, tanaman-tanaman tersebut dijadikan sebagai sumber utama bahan-bahan untuk ramuan obat tradisional atau herbal.

Tanaman yang bisa dijadikan sebagai obat herbal biasa disebut juga sebagai tanaman obat keluarga atau TOGA, sedangkan istilah untuk tumbuhan yang dapat dibuat sebagai obat herbal disebut simplisia. Arti kata istilah simplisia sendiri memiliki makna yaitu segala sesuatu yang bersumber dari alami yang bisa dijadikan sebagai obat-obatan.

Bebrapa contoh jenis tanaman yang bisa dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan obat herbal

Dari jenis buah-buahan:

  • Alpukat
  • Belimbimg wuluh
  • Pepaya (Kates)
  • Jeruk lemon
  • Pisang
  • Mengkudu (Noni)
  • Pare
  • Srikaya (Nona)
  • Buah naga
  • Mahkota dewa

Dari jenis rempah-rempah:

  • Kunyit
  • Jahe
  • Kapulaga
  • Temu lawak
  • Kencur
  • Habbatussauda
  • Temu ireng
  • Temu kunci
  • Lempuyang
  • Kayu manis

Dari jenis bunga-bungaan:

  • Kemuning
  • Kumis kucing
  • Kenop
  • Bunga matahari
  • kecombrang
  • Turi
  • Melati
  • Kembang sepatu
  • Rosella
  • Marigold

Dari jenis Daun-daunan:

  • Sirsak
  • Salam
  • Kersen
  • Suji
  • Sukun
  • Lidah buaya
  • Daun ungu
  • Pegagan
  • Pacar cina
  • Binahong

Dari jenis akar-akaran:

  • Alang-alang
  • Akar pinang
  • Akar aren
  • Brotowali
  • Temu ireng
  • Akar bajakah
  • Manggalik
  • Akar pule
  • Akar licorice
  • Akar angin
Baca Juga:

Cara yang benar meramu atau mengolah obat herbal

Ada beberapa hal yang harus diketahui untuk membuat sendiri obat-obatan herbal agar khasiatnya benar-benar dapat dirasakan dan tidak terjadi salah resep atau salah takar. Bahan untuk membuat obat herbal bisa diperoleh dari beberapa bagian pada tanaman, diantaranya:
  • Akar: Berasal dari tanaman jenis perdu, rumput-rumputan atau juga tumbuhan berkayu, contohnya akar alang-alang, pinang, dan bajakah.
  • Umbi: Bersumber dari umbi-umbian, baik akar tunggang, akar serabut, ataupun umbi batang, misalnya singkong dan umbi pit merah
  • Umbi lapis: Diperoleh dari batang berdaun tebal yang berubah menjadi umbi, umpamanya bawang merah, bawang putih, bawang bombay.
  • Rimpang: Didapat dari tanaman yang tumbuh pendek yang mana daunnya berada sejajar di atas tanag, seprti kencur dan empon-empon.
  • Kayu: Diambil dari tumbuhan atau pohon berbatang tak berkulit, sebagai contoh kayu cendana dan kayu secang.
  • Kulit kayu: Dibuat dari pohon berkayu atau berbiji, semisal kulit pohon manggis dan kayu manis.
  • Daun: Diolah dari daun-daunan beraneka ragam tumbuhan, diantaranya daun wungu, kelor dan sirsak
  • Bunga: Diproses dari bunga-bungaan yang beraneka ragam, baik jenis bunga tunggal atau majemuk, beberapa contoh seperti kumis kuing dan kecombrang
  • Buah: Diramu dari buah-buahan dari berbagai jensi tanaman, seperti halnya buah delima atau mengkudu
  • Kulit buah: Diracik dari kulit buah-buahan, salah satunya ialah kulit buah manggis atau mahkota dewa
  • Biji: Diproduksi dari biji-bijian berkhasiat obat, seperti biji labu, biji rambutan dan mahoni.
  • Herba: Sedangkan jenis yang terakhir ini adalah campuran dari seluruh atau beberapa jenis simplisia.
Untuk mengolah tanaman herbal menjadi obat bisa dilakukan dengan beberapa metode, ada yang langsung diolah ada juga yang harus dikeringkan atau dijemur terlebih dahulu. Salah satu cara mengolah bahan herbal adalah dengan cara direbus, diseduh, atau dijadikan sebagai serbuk.

Dalam proses perebusan obat herbal tidak boleh dilakukan sembarangan, untuk merebus bahan herbal diharuskan memakai wadah yang bukan logam, alangkah lebih baik jika menggunakan kuali berbahan tanah seperti yang dilakukan oleh orang tua jaman dulu, atau wadah lain yang tidak berkarat seperti tanah liat atau kaca.

Selain dengan direbus, cara selanjutnya adalah dengan diseduh. Teknik seperti sangat sederhana, tidak perlu pengapian dan hanya menambahkan air panas pada herbal yang sudah diekstrak menjadi serbuk. Cara lain dalam mengolah herbal menjadi obat adalah dengan dibuat sop untuk menu makan, namun untuk beberapa jenis bahan herbal bisa langsung dimakan atau digado sebagai lalapan.

Sementara pakar kesehatan dan herbalis lebih menganjurkan untuk menggunakan obat herbal yang sudah diekstrak menjadi serbuk, karena setelah serbuk diseduh dan diminum proses pelarutan dan penyerapan dalam tubuh jadi lebih mudah dan cepat, sehingga hasil dan khasiatnya pun akan lebih maksimal.

Demikian tadi uraian tentang cara memilih dan mengolah tanaman herbal untuk dijadikan sebagai obat. Perlu diingat, bahwa obat herbalpun tidak akan ada khasiatnya atau malah berbahaya jika tidak benar dalam cara meracik atau mengolahnya. Selain manfaatnya, yang harus diketahui juga adalah efek samping dari herbal yang akan dikonsumsi, harus cermat dalam mempelajarinya, konsultasikan kepada ahlinya jika diperlukan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat ala herbal !

Post a Comment for "Cara membuat Obat Tradisional dari Tanaman Herbal"